Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Teknik Elektro Dengan Kemenristek Dikti

ibm2017

Dua Dosen Teknik Elektronika mendapatkan Hibah Iptek bagi Masyarakat (IbM)

Iptek bagi Masyarakat (IbM) merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat (PPM) yang difokuskan pada penerapan hasil-hasil iptek perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman iptek masyarakat. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat dan mengkaji iptek yang dihasilkan perguruan tinggi. Khalayak sasarannya adalah masyarakat luas, baik perorangan, kelompok, komunitas maupun lembaga diperkotaan atau perdesaan. IbM ini laksanakan di lokasi Kelompok Industri Rumah Tangga Produksi Kerupuk Karak di Desa Gerdu Giripurwo Wonogiri

Tempat:  Gerdu-Giripurwo-Wonogiri

Tahun Pelaksanaan: 2017

Biaya: Rp. 47.500.000.

Pelaksana Kegiatan:
    Drs. Muhammad Alhan ST. M.Eng
    Yaya Finayani ST M.Eng

Mitra IbM:

Mitra 1

Nama                                      : Katiyo Broto Siswoyo
Jabatan UKM                       : Ketua
Nama UKM                           : Kerupuk Karak “Sukses”
Bidang Usaha                         : Kerupuk Karak
Alamat UKM                         : Gerdu RT.003/005 Giripurwo Wonogiri
                                                No. HP. 081327577045
Mitra 2
Nama                                      : Susilo Hendratmoko
Jabatan UKM                         : Ketua
Nama UKM                           : Kerupuk Karak “Makmur”
Bidang Usaha                         : Kerupuk Karak
Alamat UKM                         : Gerdu RT.004/005 Giripurwo Wonogiri
                                                  No. HP. 085229673366
Luaran Kegiatan:
Peralatan Teknologi Tepat Guna:  Mesin Pengering Karak dan Mesin Pemotong Karak
Publikasi        : Seminar Nasional
                   Kamis, 26 Oktober 2017
                   Universitas PGRI Semarang

Analisis pendapatan

Sebelum kegiatan IbM

Biaya produksi

Sesudah kegiatan IbM

setelahnya

 

Desa Gerdu, Giripurwo, Wonogiri terdapat beberapa usaha rumah tangga pengrajin krupuk karak di antaranya industri rumah tangga Krupuk Karak “Sukses” dan Krupuk Karak “Makmur”. Proses pembuatan krupuk karak yang dilakukan masih manual/tradisional, setiap harinya dapat diperoleh produk krupuk karak sejumlah 25 kg krupuk karak. Produksi sangat tergantung pada alam, yaitu cuaca baik atau buruk. Proses pembuatan adonan karak, proses pengrajang/pemotongan dan pengeringan masih manual membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam untuk 25 kg bahan, ketebalan krupuk tidak seragam, sehingga pada waktu permintaan pasar meningkat sulit untuk terpenuhi. Disamping itu proses pengeringan hanya menggunakan tenaga matahari, kelemahannya adalah waktu pengeringan lama (5-6 jam) memerlukan tempat luas dan biaya operasional untuk tenaga. Jika cuaca buruk maka akan menjadi kendala pada proses pengeringan mengakibatkan terjadi penurunan produksi hingga 25 – 50 persen.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Mitra IbM industri rumah tangga Krupuk Karak “Sukses” dan Krupuk Karak “Makmur” tersebut mereka mengharapkan adanya alat Pengering Krupuk Karak dan alat Pemotong Karak untuk mengatasi masalah cuaca (musim hujan) serta keseragaman proses pengrajang karak sehingga dapat meningkatkan produksi karak setiap harinya yang akhirnya dapat meningkatkan jumlah pendapatan. Sebagai mitra pendampingan usaha tim PKM Politama (Muh. Alhan dan timnya) bekerja sama dengan Kemenristek Dikti telah telah melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat mulai bulan Mei 2017 sampai dengan bulan November 2017 telah berhasil membuatkan mesin pengering karak dan mesin pemotong karak, dengan memanfaatkan kedua mesin ini proses pembuatan karak menjadi sangat ringan dan mudah serta tidak  tergantung pada cuaca maupun kekuatan manusia sepenuhnya. Peningkatan kapasitas produksi menjadi sangat signifikan karena bisa mencapai 3 kali dari sebelumnya. Untuk waktu produksi hanya butuh waktu sekitar 2- jam untuk 50 kg bahan, dengan hasil ini pendapatan mereka meningkat dari Rp 150.000/hari menjadi Ro. 325.000/hari.

gb1gb3

 dep